Perayaan kemerdekaan republik Indonesia menjadi sebuah momentum untuk saya dan beberapa kawan-kawan di Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Makassar dikarenakan kesibukan saya di kampung halaman setelah menyelesaikan kuliah.
Mendaki gunung merupakan pilihan kegiatan saya sejak pertamakali bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Hizbul Wathan Unismuh Makassar tanpa mengesampingkan progeram kerja pengurus yang lain.Pada momen kemerdekaan yang ke 72 ini saya dan kawan-kawan yang sudah alumni mempunyai tekad berupaya untuk tidak melupakan hobi kami sekaligus menyempatkan mengibarkan simbol-simbol yang menandakan kami adalah kader dari Hizbul Wathan Unismuh makassar walaupun sudah berstatus alumni.
Gunung Lompobattang menjadi pilihan saya walaupun sebelum-sebelumnya saya sudah pernah melakukan pendakian disini sebelumnya.Jalur pendakian Lompobattang menawarkan tantangan tersendiri untuk selalu mengajak untuk bercengkerama dengan alam dan medan pendakiaanya.
Mendaki gunung merupakan pilihan kegiatan saya sejak pertamakali bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Hizbul Wathan Unismuh Makassar tanpa mengesampingkan progeram kerja pengurus yang lain.Pada momen kemerdekaan yang ke 72 ini saya dan kawan-kawan yang sudah alumni mempunyai tekad berupaya untuk tidak melupakan hobi kami sekaligus menyempatkan mengibarkan simbol-simbol yang menandakan kami adalah kader dari Hizbul Wathan Unismuh makassar walaupun sudah berstatus alumni.
Gunung Lompobattang menjadi pilihan saya walaupun sebelum-sebelumnya saya sudah pernah melakukan pendakian disini sebelumnya.Jalur pendakian Lompobattang menawarkan tantangan tersendiri untuk selalu mengajak untuk bercengkerama dengan alam dan medan pendakiaanya.

Kabupaten Gowa menyuguhkan dataran tinggi dengan dua puncak pegunungan yaitu Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang,kedua Puncak itulah yang juga selalu dipadati pendaki pada moment-moment tertentu.Ada beberapa rute yang bisa kita lalui untuk sampai ke gunung lompobattan salah satunya melalui dusun Lembang bu'ne yang masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Gowa,adapun jalur terbaik menurut saya untuk sampai ke dusun ini adalah melalui kabupaten jeneponto arah kiri sebelum lapangan passmaturukang,kondisi jalan melalui rute ini sudah sangat bagus karena sebagian besar sudah pengaspalan dan adapun total tempuh dari makassar kurang lebih 4 jam.
Ketinggian Gunung ini sekitar 2.870 Mdpl (Meter Dari Permukaan Laut) tentunya kita harus melakukan persiapan serta istirahat sebelum memulai pendakian nah untuk istirahat dan melakukan persiapan kita bisa menggunakan rumah warga yang dekat dari jalur pendakian (jangan lupa izin dulu ya),adapun rumah warga yang terdekat dengan jalur pendakian adalah rumah Tata Hasan yang juga sering digunakan oleh pendaki-pendaki yang lain saat berkunjung ke gunung lompobattang.
Dari arah rumah tata hasan (Base camp) menuju pos 1 dibutuhkan waktu sekitar 10-20 menit sampai ke titik awal pendakian (pos 1) lalu menuju pos 2 dengan melewati perkebunan warga dan hutan-hutan yang lumayan rapat sampai di sumber air disini ada baiknya kita mempersiapkan stok air untuk keperluan diperjalanan kaarena mulai dari sini sampai pos 9 kita sulit menemukan sumber air bahkan hampr dikatakan tidak ada stok airnya.
Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 bisa ditempuh dengan waktu 1 jam dengan bonus tanjakan yang lebih dari tanjakan sebelumnya pada jalur ini ada percabangan yang biasa membingungkan para pendaki,ambil yang jalur kanan karena yang kiri mengarah ke perkebunan kopi penduduk.Pos 3 menuju pos 4 dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan tanjakan yang lumayan panjang yang lurus tanpa percabangan dengan areal hutan yang lumayan terbuka,dari sini waktu tempuh menuju ke pos 4 yaitu sekitar 1,5 jam dengan jalur tanjakan tidak banyak berubah dari sebelumnya,dari pos 4 ke pos 5 boleh dikatakan cukup singkat karena bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit,begitu pula waktu tempuh ke pos 6 kurang lebih hampir sama lah.
Menuju Pos 7 bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 30 menitan,dan dari pos 7 ke Pos 8 kurang lebih juga sama waktu tempuhnya dengan tanjakan yang lumayan panjang dengan pemandangan akar-akar pohon serta lumut khas daerah ketinggian.Di pos 7 ini sebenarnya bisa dijadikan area untuk memasang tenda untuk istirahat atau menginap tapi sayan di tempat ini tidak ada sumber air yang memadai,di sini kita juga bisa melihat jalur menuju pos 8 dengan turunan yang cukup terjal,dan langkah baiknya kalau perjalanan diteruskan langsung ke pos 9 yang waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam waktu dalam keadaan santai bro.
Di pos 9 barulah keadaan memungkinkan untuk memasang tenda sekedar istirahat maupun bermalam untuk besoknya meneruskan perjalanan menuju puncak yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit melewati jalur bebatuan besar,di pos 9 ini jarak untuk mengambil air tidaklah terlalu jauh dan jalurnya menurun jadi tempat ini sangat ideal untuk pasang tenda dan bersantai bersama teman-teman.
demikianlah yang bisa saya ceritakan pada pembaca blog HW K2H,kurang lebihnya mohon dimaafkan.
-Diceritakan oleh Muhammad Irjan (Rumbia XI) dan disunting oleh Puang Mamat (Smhapore VII)
-Sebagian dokumentasi narsis perjalanannya silahkan ke PUNCAK GUNUNG LOMPO BATTANG (DOKUMENTASI PERJALANAN)
-Sebagian dokumentasi narsis perjalanannya silahkan ke PUNCAK GUNUNG LOMPO BATTANG (DOKUMENTASI PERJALANAN)
Berikut ini beberapa dokumentasi narsisnya bro,






ConversionConversion EmoticonEmoticon